Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Menghitung Harga Penyimpangan Basis Kamera Stereometrik SMK-40 Terhadap Bidang Obyek Pada Metode Kasus Normal

SKRIPSI

Menghitung Harga Penyimpangan Basis Kamera Stereometrik SMK-40 Terhadap Bidang Obyek Pada Metode Kasus Normal

NADHIR - Personal Name;

Kamera SMK-40 adalah jenis kamera stereo yang dirancang khusus untuk pemotretan kasus normal, dan pengolahan hasil pemotretan dilakukan dengan Plotter Terragraph. Agar stereomodel dapat dibentuk secara baik dengan Plotter Terragraph maka model diperoleh dari pemotretan :
1. Kasus Normal
2. Kedudukan basis kamera sejajar dengan bidang obyek atau salah sau sumbu koordinat tanah.
Kedua syarat tersebut sebagai pengganti tahap orientasi relatif dan pendataran model pada pemakaian Plotter Terragraph.

Sebagai kontrol terhadap pembuatan kesejajaran basis kamera dengan bidang obyek, maka dilakukan hitungan besarnya harga penyimpangan (p) kearah kedalaman. Dari hasil penelitian diperoleh harga penyimpangan untuk pemotretan


Availability
SK0051SK 526.9 NAD mPerpustakaan Balai Konservasi Borobudur (A)Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
SK 526.9 NAD m
Publisher
YOGYAKARTA : Jur. Teknik Geodesi Fak. Teknik UGM., 1989
Collation
x, 57 hlm; 29 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
526.9
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Fotogrametri
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search