Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kapilarisasi Air pada Bangunan Bata (Hasil Kajian Penelitian)

LAPORAN STUDI

Kapilarisasi Air pada Bangunan Bata (Hasil Kajian Penelitian)

Balai Studi dan Konservasi Borobudur - Organizational Body;

Bata banyak digunakan untuk bangunan benda cagar budaya di Indonesia. Dalam rangka pelaksanaan konservasi bata, sering ditemukan banyak kendala, karena sifat bata yang mudah rapuh dan sangat sensitif terhadap ancaman faktor perusak alami baik biologis maupun fisis. Air merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan masalah konservasi terhadap bangunan bata, seperti misalnya air dari bawah bangunan yang naik melalui sistem kapiler. Air ini dapat menyebabkan kelembapan bata meningkat dan menimbulkan kerusakan biologis, khemis, dan fisis pada permukaan bata.

Untuk mengetahui dampak negatif adanya kapilarisasi air tersebut dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasinya maka dilakukan penelitian dengan cara membuat berbagai model susunan bata yang dimanipulasi sedemikian rupa sehingga terjadi proses kapilarisasi. Setelah terjadinya kapilarisasi secara periodik, kemudian diamati perubahan-perubahan yang terjadi pada permukaan bata.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya kapilarisasi air pada banguna bata akan menimbulakn dampak negatif yang berupa pertumbuhan mikroorganisme, penggaraman, pengelupasan dan kerapuhan. Dari keempat damapak tersebut yang menimbulkan kerusakan paling parah pada material bata adalah penggaraman dan pengelupasan serta kerapuhan. Untuk mengatasi pengaruh kapilarisasi air cara yang paling efektif adalah membuat lapisan kedap air secara horizontal, sedangkan pemakaian water repelent masonceal dengan tujuan untuk mengurangi kelembapan dan jumlah air yang masuk ke dalam material bata dapat dilakukan selama tidak terjadi kapilarisasi air. Selama proses kapilarisasi tersebut masih ada penggunaan masonceal justru akan menimbulkan kerusakan bata ynag lebih parah.


Availability
LS0102LS 627.1 BAL kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0103LS 627.1 BAL kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0513LS 627.1 BAL kPerpustakaan Balai Konservasi Borobudur (B)Available
LS0633LS 627.1 BAL kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0694LS 627.1 BAL kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0695LS 627.1 BAL kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0696LS 627.1 BAL kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0742LS 627.1 BAL kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0743LS 627.1 BAL kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0772LS 627.1 BAL kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurCurrently On Loan (Due on2024-02-14)
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LS 627.1 BAL k
Publisher
Magelang : Balai Studi dan Konservasi Borobudur., 2004
Collation
70 hlm; 21 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
627.1
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Air
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search