LAPORAN STUDI
Studi Evaluasi Perubahan Tataguna Lahan di Zona 3, 4 dan 5 Kawasan Borobudur
Berkat usaha promosi Bapak Dr. Sukmono keseluruh penjuru dunia untuk mencari simpati dan empati atas nama pemerintah, beliau berhasil melaksanakan pemugaran yang ke-2 yang berlangsung dari tahun 1975-1983 dengan harapan candi Borobudur akan bertahan hingga seribu tahun lagi. Dengan anggaran yang besar dan tenaga yang banyak serta menerapkan teknologi modern (pada saat itu) termasuk tenaga ahli baik dari dalam maupun luar negeri, maka candi Borobudur berhasil dipugar selama kurang lebih 8 tahun. Kemudian untuk pelestarian lebih lanjut, dibuatlah sebuah taman arkeologi dengan harapan untuk menyebar pengunjung agar supaya tidak secara bersama-sama naik ke candi, untuk menghindari over weight.
Didalam pembuatan taman arkeologi telah direncanakan tentang pelestarian ekosistem dengan cara membagi daerah zonasi (Zoning System). Regualsi dan larangan telah dibuat pada tiap zona, akan tetapi pelanggaran juga terjadi. yang tampak jelas dengan munculnya bangunan-bangunan baru di dalam zona 3,4 dan 5
| LS0122 | LS 631.51 BUD s | Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur | Available |
| LS0123 | LS 631.51 BUD s | Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur | Available |
| LS0514 | LS 631.51 BUD s | Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur (B) | Available |
| LS0515 | LS 631.51 BUD s | Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur (B) | Available |
| LS0659 | LS 631.51 BUD s | Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur | Available |
| LS0771 | LS 631.51 BUD s | Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur | Available |
No other version available