Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Peran Arkeologi Publik Dalam Pelestarian Kawasan Borobudur Sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN)

THESIS

Peran Arkeologi Publik Dalam Pelestarian Kawasan Borobudur Sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN)

KASIYATI, Wiwit - Personal Name;

Candi Borobudur telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai World Culture Heritage sehingga perlu dijaga kelestariannya. Upaya pelestarian kawasan Borobudur telah dilakukan tahun 1979 dalam bentuk masterplan yang disusun oleh JICA. Dalam masterplan tersebut kawasan Borobudur dibagi menjadi 5 zona, masing-masing zona dilaksanakan oleh instansi berlainan. Namun dalam perjalanan waktu implementasinya terhadap pengelolaan Zona 1,2,3,4 dan 5 tidak ada konsistensi nyata sehingga memunculkan berbagai masalah diantaranya kurang lestarinya kawasan Borobudur, kurang sejahteranya masyarakat Borobudur, dan kurangnya peran serta masyarakat dalam pelestarian kawasan Borobudur. Masalah tersebut menjadi perhatian UNESCO, sehingga World Heritage Committee meminta agar pemerintah Indonesia meninjau kembali Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1992 untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Kawasan Borobudur. Pemerintah Indonesia menindaklanjuti rekomendasi UNESCO dengan merevisi zonasi melalui penataan kawasan Borobudur secara keruangan menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN).

Berkaitan dengan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serta masyarakat dalam pelestarian Candi Borobudur karena dalam Arkeologi Publik masyarakat berkedudukan sebagai pelindung dan pelestari situs, mengetahui sejauh mana pemahaman masyarakat tentang kawasan Strategis Nasional (KSN) Borobudur, mengetahui kebijakan presentasi publik untuk mewujudkan kawasan Borobudur menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan pembangunan masyarakat Borobudur. Penelitian ini menggunakan pendekatan Arkeologi Publik dan pendekatan yang berorientasi pada masyarakat melalui partisipatori dan pemberdayaan masyarakat. Tahapan penelitian terdiri dari pengumpulan data (observasi lapangan dan penelitian masyarakat), pengolahan data, analisis data, dan sistesis data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Arkeologi Publik masyarakat diposisikan sebagai pelindung dan pelestari situs, namun kenyataannya peran serta masyarakat terhadap pelestarian Candi Borobudur dan kawasannya belum optimal. Peran serta menurut masyarakat yaitu keinginan untuk ikut serta dalam pelestarian Candi Borobudur melalui partisipasi merawat Candi Borobudur. Selain itu masyarakat Borobudur sebagian besar belum memahami di wilayahnya akan menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN) karena kurangnya informasi dan peran Arkeologi Publik sebagai media informasi. Untuk tersampaikannya informasi kepada masyarakat perlunya kebijakan pemerintah agar masyarakat memahami tentang Kawasan Strategis Nasional (KSN) melalui presentasi publik Kawasan Strategis nasional (KSN) Borobudur kepada masyarakat.


Availability
TS0018TS 930.1 KAS pPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
TS 930.1 KAS p
Publisher
YOGYAKARTA : Universitas Gadjah Mada., 2013
Collation
xviii, 175 hlm; 30 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
930.1
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Arkeologi
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search