Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Penelitian Korosi Perunggu dan Besi

LAPORAN STUDI

Penelitian Korosi Perunggu dan Besi

Suhardi - Personal Name; Supandrijono - Personal Name; Arif Gunawan - Personal Name;

Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan kecepatan terjadinya korosi, untuk logam besi maupun perunggu yang terletak pada tanah berpasir akan lebih cepat terjadi korosi dibanding pada tanah berlempung, hal itu disebabkan karena kandungan CO3 pada tanah berpasir lebih besar dibandingkan pada tanah berlempung. Beberapa jenis korosi dapat terjadi secara bersamaan pada logam perunggu maupun besi. Korosi pada logam besi maupun perunggu khusunya pada benda cagar budaya bergerak, akan menurunkan nilai-nilai arkeologinya bila tidak segera dilakukan tindakan perbaikan. Fluktuasi kelembapan secara drastis akan mempercepat proses terjadinya korosi baik pada perunggu maupun besi, terutama pada logam besi


Availability
LS0130LS 669 SUH pPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0709LS 669 SUH pPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LS 669 SUH p
Publisher
Magelang : Balai Studi dan Konservasi Borobudur., 2001
Collation
22 hlm; 28 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
669
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Logam
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search