Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Penelusuran Jejak Lingkungan Danau Purba di Sekitar Candi Borobudur dengan Pendekatan Paleogeomorfologi

DISERTASI

Penelusuran Jejak Lingkungan Danau Purba di Sekitar Candi Borobudur dengan Pendekatan Paleogeomorfologi

MURWANTO, Helmy - Personal Name;

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterdapatan “Danau Purba Borobudur” yang didasarkan pada kaitannya dengan aktivitas manusia. Untuk mencapai tujuan utama tersebut diperlukan lima tujuan yang lebih rinci, yaitu (1) mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan perubahan ekosistem danau menjadi bentuk lahan dataran berdasarkan pendekatan paleogeomorfologi; (2) mengkaji perubahan spasiotemporal ekosistem danau Borobudur; (3) mengkaji dinamika sungai yang bermuara di Danau Borobudur, serta pola aliran dan tingkat perkembangan sungai setelah ekosistem danau menjadi bentuklahan dataran; (4)mengkaji hubungan antara “jalan lurus” dengan Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudurdi masa lalu; (5) mengkaji pengaruh ekosistem hubungannya dengan aktivitas manusia di masa kini.
Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan paleogeomorfologi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menunjukkan berbagai komponen ekosistem yang terdapat pada ekosistem Danau Borobudur. Pengumpulan data geologi dan geomorfologi dilakukan dengan survey lapangan, pendugaan geolistrik, dan analisis laboratorium. Kegiatan pengamatan dan pengukuran lapangan di lakukan untuk mengetahui kondisi fisik lapangan. pendugaan geolistrik untuk mengetahui startigrafi, sedangkan uji laboratorium untuk mengetahui kondisi spasiotemporal daerah penelitian. Analisis data data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian dulunya merupakan kawasan danau yang kini telah mengalami pendangkalan. Faktor yang menyebabkan terjadinya pendangkalan danau adalah adanya aktivitas vulkanik, tektonik, gerakan tanah dan aktivas manusia. Perubahan Spasiotemporal danau dapat dilakukan dapat dibagi menjadi tiga waktu yaitu pleistosen Akhir, Holosen dan Resen. Perubahan ekosistem danau ini berpengaruh terhadap pola aliran, stadia sungai, dan aktivitas manusia. Keberadaan jalan lurus penghubung Candi Mendut, Pawon dan Borobudur dimungkinkan ada setelah danau mengalami pendangkalan setempat-setempat. Ekosistem danau berpengaruh terhadap aktivitas manusia yang tergambarkan dalam relief candi dan berpengaruh terhadap toponim., mata pencaharian dan pariwisata.


Availability
DS0007DS 930.1 MUR pPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
DS 930.1 MUR p
Publisher
YOGYAKARTA : UGM., 2015
Collation
xxiii, 267 hlm; 30 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
DS 930.1 MUR p
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Arkeologi
danau purba
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Helmy Murwanto
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search