Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Rekonstruksi Bencana Alam Purba Di Daerah Kalasan dan Sekitarnya Daerah Istimewa Yogyakarta Ditinjau Dari Stratigrafi Gunungapi Merapi

THESIS

Rekonstruksi Bencana Alam Purba Di Daerah Kalasan dan Sekitarnya Daerah Istimewa Yogyakarta Ditinjau Dari Stratigrafi Gunungapi Merapi

MULYANINGSIH, Sri - Personal Name;

Pada abad 8-10M di sekitar G.Merapi, Jawa Tengah berkembang Kerajaan Mataram Hindu-Budha yang membangun candi-candi, diantaranya Candi Borobudur dan Prambanan dan pada abad 16-17M, berkembang Kerajaan Mataram Islam. Sementara itu letusan G Merapi diketahui berlangsung sejak tahun 3000SM sampai sekarang dan telah banyak menimbulkan bencana bagi manusia dan lingkungan hidupnya. Letusan G. Merapi pada masa lalu ini, ditunjukkan oleh adanya penemuan candi-candi terkubur di sekitarnya, seperti Candi Sambisari, Kedulan dan Morangan. Daerah telitian terletak di Kalasan dan sekitarnya, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan luas 243 km. Tujuan penelitian adalah untuk merekonstruksi bencana alam yang berlangsung dari jaman Kerajaan Mataram Hindu-Budha sampai Mataram Islam.

Secara geomorfologi, daerah telitian termasuk ke dalam satuan dataran fluvium gunungapi dengan kemiringan lereng 0-6%. Pola aliran relatif sejajar yang mengalir ke arah selatan. Batuan yang mendasari daerah telitian tersusun atas batuan Tersier berupa lava bantal basaltis andesit dan batupasir tuf(Formasi Semilir). Diatas batuan Tersier tersusun atas endapan G. Merapi yang terbagi ke dalam 7 satuan, yaitu fluvium I (3000SM-770M), surge I dan lahar I (1285-1570), surge 2 dan lahar 2 (1587-1660), lahar 3 (1660M) dan fluvium 2 (1660M sampai sekarang).

Hasil analisis data geologi dan archeologi , 4 (empat) bencana alam. Bencana alam I terjadi akibat letusan G. Merapi yang berlangsung pada tahun 1285M, berupa bencana alam semburan awan panas (surge I), aliran lahar dan banjir (lahar I), bencana alam ini melanda hampir seluruh daerah telitian. Bencana alam ke II akibat letusan g. Merapi yang berlangsung pada tahun 1587-1600M, berupa bencana alam semburan awan panas (surge 2), aliran lahar dan banjir (lahar 2), bencana alam ini melanda hampir seluruh daerah telitian, tetapi tidak sampai terlalu merusakkan kehidupan/budaya manusia jaman Mataram Islam. Bencana alam ke III diakibatkan oleh aliran lahar (lahar 3) yang berlangsung pada tahun 1660M, melanda kawasan di sekitar lembah-lembah sungai, yaitu K.Gendol-Opak, K.Tepus, hulu -badan K.Kuning dan hulu K. Tambakbayan. Bencana alam ke IV diakibatkan oleh aliran lahar/fluvium beebentuk kipas (fluvium 2), melanda daerah-daerah hulu, diantaranya di seputar K.Tambakbayan, K.Kuning dan K.Tepus. Bencana alam letusan G.Merapi sebanding dengan bencana alam abad 11-15M, terjdi pada abad 23M (1213M+150 tahun)


Availability
TS0016TS 551.2 MUL rPerpustakaan Balai Konservasi Borobudur (A1.3)Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
TS 551.2 MUL r
Publisher
Bandung : Institut Teknologi Bandung., 1999
Collation
xiv, 157 hlm; 21 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
551.2
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Gunung Berapi
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search