Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Penerapan metode konservasi logam dengan sistem perlindungan katodik pada tinggalan besi outdoor

LAPORAN STUDI

Penerapan metode konservasi logam dengan sistem perlindungan katodik pada tinggalan besi outdoor

SUPANDI, Yenny - Personal Name; Sri Wahyuni - Personal Name; Puji Santosa - Personal Name;

Cagar budaya berbahan logam banyak ditemukan di bawah perairan Indonesia, berupa kapal tenggelam, meriam, jangkar, kapal selam dan sebagainya. Pengangkatan kapal tenggelam ke permukaan mustahil dilakukan sehingga diperlukan metode konservasi in situ untuk melestarikan keberadaan cagar budaya sebagai bukti sejarah masa lampau.
Sistem perlindungan katodik merupakan metode yang telah dikembangkan pada konservasi cagar budaya logam di bawah air secara in situ karena bersifat tidak merusak (non destruktif) dan lebih praktis. Salah satu metode perlindungan katodik yang lebih praktis adalah metode anoda korban. Berdasarkan hasil kajian pada tahap I, anoda yang cocok digunakan sebagai bahan perlindungan logam baja bawah air adalah seng. Kajian tahap ke-2 ini ditekankan pada aplikasi metode perlindungan katodik dengan anoda korban seng dengan mengikuti pedoman dari Pusat Litbang Prasarana Transportasi, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah yang telah mengeluarkan pedoman penanggulangan korosi tiang pancang pipa baja jembatan dengan proteksi katodik anoda korban Pd T-01-2004-B dalam Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No.260/KPTS/M/2004.
Percobaan laboratorium dilakukan untuk pemasangan logam besi-anoda yang dihubungkan dengan kabel konduktor sebagai referensi cara pemasangan non destruktif. Pengukuran lapangan dilakukan pada Wreck Indonor di Kepulauan Karimunjawa untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam perhitungan jumlah anoda korban dan umur proteksi anoda. Kesimpulan yang diperoleh dari percobaan di laboratorium adalah bahwa perlindungan katodik dengan anoda korban seng yang terhubung kabel konduktor secara kuantitatif efektif untuk mencegah korosi. Baja yang dilindungi mengalami laju korosi yang lebih lambat dibandingkan dengan baja yang tidak dilindungi. Kebutuhan anoda korban seng terhubung kabel konduktor untuk melindungi baja dengan luas 150 cm2 dalam air laut tenang selama waktu percobaan 3,7 dan 14 hari adalah 0,4192 gram, 0,4202 gram dan 0,4313 gram. Kebutuhan anoda korban seng terhubung kabel konduktor untuk melindungi baja dengan luas 150 cm dalam air laut bergerak/berarus selama waktu percobaan 3,7, dan 14 hari adalah 0,3576 gram, 0,3088 gram dan 0,3748 gram. Sedangkan hasil perhitungan untuk melindungi bagian buritan Wreck Indonor dengan luas 1436,61 m dalam jangka waktu 7 tahun, sebesar 485 kg yang dapat dibagi menjadi 194 buah potongan seng


Availability
LS0670LS 669 SUP lPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0767LS 669 SUP lPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0815LS 669 SUP lPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0873LS 669 SUP lPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LS 669 SUP l
Publisher
Magelang : Balai Konservasi Borobudur., 2013
Collation
x, 48 hlm; 30 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
LS 669 SUP l
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Yenny Supandi
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search