Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisis kualitatif dan kuantitatif unsur penyusun mineral batuan (Ca, Fe, Mg, Pb) pada bak kontrol dan tanah sumur resapan di kawasan Candi Borobudur secara spektrofotometri serapan atom (SSA)

TUGAS AKHIR

Analisis kualitatif dan kuantitatif unsur penyusun mineral batuan (Ca, Fe, Mg, Pb) pada bak kontrol dan tanah sumur resapan di kawasan Candi Borobudur secara spektrofotometri serapan atom (SSA)

KURNIASARI, Dessy - Personal Name;

Analisis kualitatif dan kuantitatif unsur penyusun mineral batuan seperti kalsium, besi, magnesium, dan timbal pada bak kontrol dan tanah sumur resapan di kawasan Candi Borobudur secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) memiliki tujuan untuk mengetahui unsur penyusun mineral yang terkandung dalam bak kontrol Candi Borobudur, mengetahui unsur penyusun mineral yang terkandung dalam tanah sumur resapan Candi Borobudur, mengetahui cara pengujian baik kualitatif maupun kuantitatif mineral dalam air di bak kontrol dan dalam tanah sumur resapan Candi Borobudur, mengetahui tingkat kelayakan air dalam bak kontrol berdasarkan tingkat kekeruhannya, serta mengetahui tingkat kelayakan air dalam bak kontrol berdasarkan tingkat keasamannya.
Sampel air bak kontrol dan air hujan sebelumnya dilakukan uji kekeruhan menggunakan alat Turbidymetri, setelah itu, dilakukan pengendapan untuk diukur tingkat derajat keasamannya menggunakan pH-meter. Untuk sampel tanah, preparasi sampel dilakukan dengan metode destruksi kering. Selanjutnya sampel air bak kontrol, air hujan, maupun sampel tanah sumur resapan yang sudah siap dilakukan analisis menggunakan instrumen Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) untuk mendapatkan data kualitatif dan data kuantitatif unsur penyusun mineral yang terkandung didalam sampel.
Tingkat kelayakan air dalam bak kontrol dan air hujan berdasarkan tingkat kekeruhannya adalah layak untuk digunakan karena memiliki nilai kekeruhan kurang dari 5 NTU kecuali sampel U1 dan U2. Tingkat kelayakan air dalam bak kontrol berdasarkan keasamannya adalah layak untuk digunakan karena sampel air menunjukkan nilai pH pada rentang 6,5-8,5. Unsur penyusun mineral yang terkandung dalam air bak kontrol dan air hujan di Candi Borobudur adalah kalsium, besi, dan magnesium serta timbal yang terdapat dalam kadar yang sangat kecil, yaitu rata rata unsur kalsium sebanyak 0,189928571 ppm; besi sebanyak 0,001144 ppm; magnesium sebanyak 0,049370313 ppm; timbal sebanyak -0,001176375 ppm. Unsur penyusun mineral yang terkandung dalam tanah sumur resapan di Candi Borobudur adalah kalsium, besi, magnesium, dan timbal, kadar rata-rata kandungan kalsium yaitu 15478 ppm; besi 73305,66667 ppm; magnesium 3904,666667 ppm; dan timbal 3119,166667 ppm. Pengujian adanya kandungan garam mineral pada air bak kontrol, air hujan, dan tanah sumur resapan baik kualitatif maupun kuantitatif dapat dilakukan menggunakan metode kalibrasi engan instrumen Spektrofotometri Serapan Atom (SSA).


Availability
TA0061TA 544.9 KUR aPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
TA 544.9 KUR a
Publisher
YOGYAKARTA : Universitas Negeri Yogyakarta., 2016
Collation
x, 106 hlm; 29 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
TA 544.9 KUR a
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
KURNIASARI, Dessy
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search