Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Busana Kepala Relief Lalitavistara dan Awadana Lorong I Candi Borobudur

LAPORAN STUDI

Busana Kepala Relief Lalitavistara dan Awadana Lorong I Candi Borobudur

TAUFIK, Muhammad - Personal Name; Achmad Suadi - Personal Name; Suparno - Personal Name; Suparjiono - Personal Name; Suwarno - Personal Name;

Dari uraian-uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Ada empat macam busana kepala yang dikenakan pada relief lalitavistara dan relief awadana. Keempat macam busana kepala itu adalah Mahkota, Gelungan, Sanggul, dan Bentuk rambut yang dikucir.
2. Pemakaian busana kepala itu dapat ditentukan menurut tinggi rendahnya tingkatan seseorang dalam masyarakat, berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan di atas maka masyarakat pada jaman klasik khususnya di Jawa dapat dikelompokkan sebagai berikut : Bharata, Wragaji, Parawangsa, Sama Sanak, Sang Aden, Wong Lembah, dan Golongan Pendeta


Availability
LS0238LS 930.1 BUS bPerpustakaan Balai Konservasi Borobudur (B)Available
LS0239LS 930.1 BUS bPerpustakaan Balai Konservasi Borobudur (B)Available
LS0788LS 930.1 BUS bPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LS 930.1 BUS b
Publisher
Magelang : Balai Studi dan Konservasi Borobudur., 1994
Collation
42 hlm.; 28 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
930.1
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Arkeologi
Relief
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search