Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Laporan Studi Teknik Pengerjaan Bahan Pemugaran Candi Bata Tahap IV

LAPORAN STUDI

Laporan Studi Teknik Pengerjaan Bahan Pemugaran Candi Bata Tahap IV

MUNANDAR, Aris - Personal Name; SUDIBYO - Personal Name; Muhsidi - Personal Name;

1. PENGADAAN BATA
a. Pengadaan bata yang selalu dipantau sejak proses pengolahan bahan baku hingga pembakaran ternyata dapat mengurangi resiko terjadinya kerusakan dan pelapukan bata setelah dipasang pada bangunan.
b. Penelitian laboratorium yang meliputi : jenis tanah (komposisi kandungan pasir dan lempung serta bahan organik), kadar garam terlarut, kuat tekan, mutlak diperlukan agar kualitas bata dapat dijamin.
2. TEKNIK PENGERJAAN
a. Lapisan kedap air yang dipasang pada bagian kaki bangunan dan di bawah atap mampu menahan kapilarisasi dan rembesan air hujan.
b. Bata yang dipacak dan tidak dipacak kondisinya sama, belum nampak adanya jenis kerusakan yang berbeda, hal ini disebabkan tidak terjadi desakan air dari dalam. Berbeda pada miniatur candi bata dalam studi tahap I, bata yang tidak dipacak permukaannya mengelupas, sedangkan yang dipacak tidak mengelupas.
c. Spesi gosok menggunakan campuran pc semen dengan perbandingan 1 bagian pc semen dan 6 bagian air selama 89 hari ternyata menimbulkan endapan putih pada nat-nat bata, hal ini nampak bila dibandingkan dengan spesi gosok yang tidak pakai semen. Oleh karena itu dalam penerapan dianjurkan supaya cairan semen diencerkan lagi atau sama sekali tidak menggunakan pc semen.
d. Pelapisan beton dengan bahan Araldite Tar, sangat efektif untuk mencegah pelarutan calsium bebas dari pc semen, hal ini terbukti tidak muncul endapan putih yang berlebihan pada permukaan bata.
e. Pengolesan Hyvar XL pada permukaan bata dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme, tidak efektif digunakan mendekati musim penghujan, karena air yang terserap ke dalam pori-pori bata akan menurunkan kadar Hyvar XL.
f. Pengolesan masonceal pada dinding dapat efektif untuk mencegah kerusakan bata bila pada bagian tersebut telah terhindar dari kapilarisasi dan rembesan air, langkah ini dapat dilakukan seperti pada item (a).
g. Pengolesan masonceal pada bagian atap dapat berfungsi untuk mencegah rembesan air hujan dari atas bangunan dan tidak menimbulkan efek negatif.
h. Saluran di sekeliling miniatur candi bata dapat mengurangi kelembapan material bata.
3. KERUSAKAN BATA
- bagian kaki = mikroorganisme
- bagian tubuh = penggaraman dan pertumbuhan mikroorganisme
- bagian atap = bersih (tidak terdapat kerusakan)


Availability
LS0333LS 930.1 MUN lPerpustakaan Balai Konservasi Borobudur (B)Available
LS0334LS 930.1 MUN lPerpustakaan Balai Konservasi Borobudur (B)Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LS 930.1 MUN l
Publisher
Magelang : Balai Studi dan Konservasi Borobudur., 2004
Collation
vi, 34 hlm; 29 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
930.1
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Arkeologi
Candi Bata
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search