SKRIPSI
Biodiversitas kapang pada proses biodeteriorasi batuan Candi Borobudur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaneragaman kapang yang dapat menyebabkan biodeteriorasi pada batuan Candi Borobudur dan jenis kerusakan yang ditimbulkan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode purposive sampling, dengan kriteria sampel : batuan candi yang menampakkan spora atau miselium kapang, serta menampakkan kerak berwarna putih atau putih kekuningan. Metode pengambilan sampel dengan metode swab dan metode kerik. Sampel diinokulasikan menggunakan metode streak plate pada media Czapek Dox Agar (CDA) secara aseptis. Hasil penelitian berupa data kualitatif meliputi karakterisasi makroskopis dan mikroskopis. Identifikasi kapang menggunakan metode profile matching dengan buku rujukan : Pengenalan Kapang Tropik Umum; Identification Of Pathogenic Fungi; Description Of Medical Fungi dan hasil penelitian terkait. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 5 genus kapang yang ditemukan pada batuan Candi Borobudur yaitu genus Paecilomyces (67,5%), Cladosporium (11,25%), Penicillium (11,25%), Aspergillus (8,75%) dan Mucor (1,25%). Jenis biodeteriorasi yang terjadi pada batuan candi yang menampakkan kerak berwarna putih maupun putih kekuningan dan pembentukan biofilm. Apabila pertumbuhan kapang semakin meluas dapat menimbulkan kerusakan fisik seperti munculnya lubang-lubang kecil pada batuan.
Kata Kunci : Biodeteriorasi, Kapang, Batuan Candi Borobudur
| SK0105 | SK 589 MUN b | Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur | Available |
No other version available