Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Estimasi Biomasa Karbon Vegetasi Tegakan di Kecamatan Borobudur

TUGAS AKHIR

Estimasi Biomasa Karbon Vegetasi Tegakan di Kecamatan Borobudur

Galih Citra Yogyanti - Personal Name; Huwaida Nur Salsabila - Personal Name;

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:
1. Pengukuran biomassa atas permukaan dipengaruhi oleh faktor diameter pohon yang diukur di lapangan, semakin besar ukuran pohon pada plot semakin besar biomassa pada plot tersebut. Hubungan pendekatan indeks vegetasi dengan biomassa menunjukkan ARVI dan GEMI memiliki standar error yang lebih rendah karena kedua indeks tersebut dapat menekan pengaruh atmosfer dengan baik. Indeks vegetasi lainnya seperti NDVI lebih sensitif terhadap kelimpahan vegetasi. sehingga aspek biofisik yang dipertimbangkan tidak hanya DBH tetapi juga kerapatan tajuk, baik secara vertikal maupun horizontal. Sementara itu, SAVI juga memiliki nilai SE yang tidak terlalu besar dibandingkan indeks lainnya. Hal ini dikarenakan beberapa sampel menunjukkan tutupan bawah permukaan berupa tanah terbuka atau daun kering sehingga SAVI dapat menekan pengaruh background dengan baik untuk memetakan biomassa vegetasi diatasnya. EVI yang dapat menekan pengaruh tanah dan latar belakang atmosfer memiliki kemampuan yang cukup baik. EVI yang juga merupakan pengembangan dari NDVI menunjukkan bahwa sensitivitas indeks terhadap kelimpahan vegetasi untuk pemetaan biomassa tidak dapat bergantung pada satu variabel saja.
2. Model estimasi biomassa pendekatan transformasi indeks dipengaruhi oleh topografi di lapangan. homogenitas spesies dan understory pada plot sampel. Semakin landai topografi maka nilai spektral yang dipantulkan semakin baik karena tidak dipengaruhi oleh perbedaan cahaya dari efek penyinaran matahari. Semakin seragam keadaan plot sampel juga mempengaruhi semakin baiknya nilai spektral yang dipantulkan. Begitu pula dengan pengaruh understory berupa tanah kosong sangat berpengaruh dalam pantulan nilai spektral yang menggambarkan secara jelas kanopi tegakan tidak dipengaruhi oleh tangkapan spektral vegetasi bawah.
3. Distribusi spasial biomassa diatas permukaan (AGB) dengan menggunakan persamaan allometrik di Kecamatan Borobudur, kandungan biomassa yang tinggi berada pada vegetasi tegakan yang terletak di lereng perbukitan menoreh yang membentang dari sisi timur sampai dengan sisi barat Kecamatan Borobudur dimana banyak ditemukan penutup dan penggunaan lahan kebun campuran yang didominasi oleh vegetasi tegakan seperti jati, mahoni, sengon, dan rambutan. Desa Borobudur. Tanjung sari, Tegal arum, Tuksongo, Karang anyar. Kembanglimus, Bumiharjo dan Wanurejo merupakan kawasan pariwisata Candi Borobudur, dimana penggunaan lahannya banyak dimanfaatkan sebagai area pemukiman dan lahan pertanian.


Availability
TA0128TA 631.51/EST/ePerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
TA 631.51/EST/e
Publisher
YOGYAKARTA : Fak.Geografi UGM., 2022
Collation
v, 61 hlm.; 29 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
TA 631.51/EST/e
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Galih Citra Yogyanti
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search