Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kajian Arsitektur Pola dan Dimensi Lorong 1 Candi Borobudur

LAPORAN STUDI

Kajian Arsitektur Pola dan Dimensi Lorong 1 Candi Borobudur

Tukidjan - Personal Name; Yuli Hari Prasetyoko - Personal Name; Pramudianto D.H. - Personal Name;

Pasca pemugaran kedua, candi Borobudur telah berdiri tegak kembali mendekati bentuk awalnya. Seluruh komponen candi yang berhasil ditemukan telah dikembalikan ke posisi aslinya. Dinding lorong 1 sampai dengan 4 dan pagar pagar langkan lorong 1 sampai dengan 5 telah berdiri tegak seperti sedia kala. Namun demikian dari sudut arsitektur candi ditemukan adanya suatu bagian/komponen candi yang berbeda arsitekturnya dibandingkan dengan bagian candi lainnya yaitu lorong 1 candi Borobudur. Anasir-anasir lorong 1, seperti dimensi lantai lorong, keletakan batu lantai, pola dan dimensi pagarlangkan dan dinding lorong 1 sangat berbeda dibandingkan dengan anasir lorong dan di tingkat-tingkat atasnya. Lantai lorong 1 sangat lebar dibandingkan dengan anasir lorong di tingkat-tingkat atasnya. Keletakan batu lantai lorong 1 sangat rendah dibandingkan dengan keletakan batu lantai lorong 2,3,4 dan 5. Demikian pula pola dan dimensi pagarlangkan dan dinding pada tingkat-tingkat di atasnya. Studi ini dilakukan untuk mengungkap sebab-sebab yang mengakibatkan terbentuknya pola dan dimensi lorong 1 candi Borobudur yang berbeda dibandingkan dengan lorong-lorong di atasnya.

Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kuantitatif dan kualitatif yang dimaksudkan untuk penjajakan atau eksploratif, yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan dan mencari fakta, keterangan secara faktual tentang pola dan dimensi lorong 1 candi Borobudur dan sebab-sebab yang membentuknya. Penelitian ini dilakukan dengan observasi secara langsung di lapangan sebagai data primer untuk mengetahui : ukuran, ketinggian, bentuk, pola susun batu luar dan bentuk-bentuk pahatan besar pada setiap strukturnya. Data sekunder diperoleh dari studi banding cadi Budha di daerah Jawa Tengah dan Jogjakarta. Selain pengumpulan data secara langsung di lapangan. dalam penelitian ini juga digunakan studi pustaka dengan mencari bahan referensi yang erat kaitannya dengan studi ini.

Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan mengenai bentuk kaki candi, pagar langkan lorong 1, dinding lorong 1 dan dinding lorong 2 menunjukkan bahwa pola dan dimensi lorong 1 berbeda dibanding dngan pola dan dimensi lorong-lorong di atasnya. Dimungkinkan kondisi ini merupakan hasil perubahan dari pola awal pembangunan candi yang dipengaruhi oleh pertimbangan teknis berkaitan dengan kondisi tanah dasar candi. Selain dari segi teknis berfungsi sebagai Counterweight juga menjalankan fungsi dari segi arsitektur sebagai "pengalihan pandangan" karena profil kepala dari candi ditiadakan (difungsikan sebagai kaki pagar langkan lorong 1) dipindahkan ke didinding selasar. Dinding selasar dibagian atas dibentuk seperti profil kepala kaki candi, sehingga dinding selasar tersebut namapak sebagai kaki candi. Dengan demikian sempurnalah perubahan pola dan dimensi lorong 1 candi Borobudur. Hasil dari kajian ini merupakan asumsi "Desain Awal Pembangunan Candi Borobudur" pada bagian Kamadhatu dan Rupadhatu, yang menurut teori Dumarcay mengalami perubahan desain candi secara konseptual pada tahap III


Availability
LS0491LS 930.1 TUK kPerpustakaan Balai Konservasi Borobudur (B)Available
LS0665LS 930.1 TUK kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LS 930.1 TUK k
Publisher
Magelang : BALAI KONSERVASI PENINGGALAN BOROBUDUR., 2008
Collation
xi, 30 hlm; 29 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
930.1
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Arkeologi
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search