Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Studi Kerusakan Struktural Benda Cagar Budaya Pasca Gempa Di Wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah

LAPORAN STUDI

Studi Kerusakan Struktural Benda Cagar Budaya Pasca Gempa Di Wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah

Budjono - Personal Name; Suyanto - Personal Name; Suparno - Personal Name;

Gempa bumi tektonik dengan kekuatan 5.9 skala richter yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 yang lalu, dengan titik episentrum di sebuah desa di kabupaten Bantul, telah memporak-porandakan hampir semua bangunan dan fasilitas yang ada di daerah tersebut. Bangunan yang menjadi cagar budaya di daerah tersebut juga tak luput dari terpakan gempa yang sangat dahsyat tersebut. Menurut para ahli gempa, yang telah menjelaskan secara panjang lebar via media perkabaran maupun media elektronik, mengatakan bahwa daerah yang menjadi jalur sesar adalah daerah Bantul sebelah timur, Prambanan, dan Klaten bagian Selatan. Sehubungan dengan kejadian itu Kantor Balai Konservasi Peninggalan Borobudur menugaskan teamnya sebagai tindakan tanggap darurat untuk melakukan survei kerusakan struktur bangunan benda cagar budaya di daerah terkena gempa yaitu situs yang berada di bawah tanggung jawab BP3 Jateng, BP3 DIY dan Benteng Vredeburg. Dari hasil pembahasan data yang telah kami kumpulkan selama kurang lebih 20 hari, yaitu mulai tanggal 12 Juni sampai dengan tanggal 4 Juli 2006, dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1. Struktur bangunan yang terbuat dari pasangan batu bata dengan spesi yang terdiri dari campuran kapur, semen merah dan pasir dengan ukuran tembok tipis, cenderung banyak yang hancur dan roboh. Makam Imogiri adalah salah satu situs yang terbuat dari pasangan tersebut diatas, ditambah lagi semua bangunan tidak menggunakan konstruksi beton bertulang. Disamping itu makam imogiri adalah termasuk situs yang dekat dengan pusat gempa dan berada pada jalur sesar lagi pula posisinya diatas bukit yang cukup tinggi.
2. Struktur bangunan atau situs yang terbuat dari susunan batu andesit dan sudah diperkuat dengan konstruksi beton bertulang cenderung lebih aman. Sedangkan untuk bangunan yang tersebuat dari susunan batu andesit dan belum diperkuat dengan konstruksi beton bertulang, maka kebanyakan dari bangunan tersebut rusak.
3. Dari hampir semua situs yang diamati mengalami rusak, akan tetapi yang paling parah adalah situs yang posisinya berada pada jalur sesar, yaitu makam Imogiri, kompleks Candi Prambanan, dan Candi Sewu.


Availability
LS0503LS 930.109 598Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur (B)Available
LS0681LS 930.109 598Perpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LS 930.109 598
Publisher
Magelang : BALAI KONSERVASI PENINGGALAN BOROBUDUR., 2006
Collation
iv, 80 hlm; 29 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
930.1
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Arkeologi
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search