Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pengaruh Lama dan Suhu Aktivasi Terhadap Kualitas dan Struktur Kimia Arang Aktif dari Bagasse (Ampas Tebu) untuk Peningkatan Kualitas Air Konsumsi di Kecamatan Geyer Grobogan

THESIS

Pengaruh Lama dan Suhu Aktivasi Terhadap Kualitas dan Struktur Kimia Arang Aktif dari Bagasse (Ampas Tebu) untuk Peningkatan Kualitas Air Konsumsi di Kecamatan Geyer Grobogan

SUJARWO, Wawan - Personal Name;

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara lama aktivasi dan suhu aktivasi terhadap kualitas dan struktur kimia arang aktif dari bagasse. Arang aktif dengan kualitas tertinggi akan diaplikasikan untuk peningkatan kualitas air konsumsi.

Penelitian dilakukan dengan mengarangkan bagasse dalam retort listrik pada suhu 400 derajat Celcius selama 3,5 jam. Arang diaktivasi secara thermal yaitu dengan dipanaskan pada suhu 800 derajat Celcius, dan 1000 derajar Celcius selama 30 menit, 60 menit dan 90 menit. Nilai rata-rata dianalisis dengan analis varian da apabila berbeda diuji lanjut dengan HSD.


Availability
TS0009TS 546 SUJ pPerpustakaan Balai Konservasi Borobudur (A1.3/TS)Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
TS 546 SUJ p
Publisher
YOGYAKARTA : Universitas Gadjah Mada., 2007
Collation
123 hlm; 29 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
546
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
KIMIA ANORGANIK
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search